Sunday, January 20, 2013

Skripsi Pendidikan Geografi Gratis | Kumpulan Contoh Judul Skripsi Pendidikan Geografi



Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").

Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subjek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).

Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

  • Konsep Lokasi
Konsep lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas:
    1. Lokasi absolut : lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap. Contoh : Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS dan di antara 95°BT-141°BT.
    2. Lokasi relatif : lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah. Contoh: Indonesia terletak antara Benua Asia dan Australia.
  • Konsep Jarak
Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjang kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).
  • Konsep Keterjangkauan
Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh lokasi, jarak dan kondisi tempat. Contoh: Surabaya–Jakarta bisa ditempuh dengan bus atau pesawat.
  • Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.
  • Konsep Geomorfologi
Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah dan dataran. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek studi geografi.
  • Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat perdagangan dan daerah pemukiman.
  • Konsep Nilai Kegunaan
Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Nilai kegunaan pun bersifat relatif. Misalnya pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup dalam keramaian, kebisingan dan kesibukan.
  • Konsep Interaksi Interdependensi
Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Contohnya adalah perbedaan kondisi antara daerah pedesaan dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi maupun alih teknologi.
  • Konsep Diferensiasi Area
Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Contoh: Areal pedesaan khas dan corak persawahan.
  • Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu keterkaitan keruangan. Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengan kesulitan air.

Ada 4 prinsip utama dalam menganalisis gejala geosfer.
  • Prinsip persebaran, artinya persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata sehingga setiap wilayah akan berbeda dengan wilayah lain. Contohnya persebaran jumlah transmigran di Indonesia tidak merata, ada suatu wilayah yang jumlahnya besar dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan luas wilayahnya.
  • Prinsip interelasi, artinya fenomena geosfer yang satu mempunyai hubungan dengan fenomena geosfer yang lain, gejala yang satu berkaitan dengan gejala yang lain. Contohnya sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani karena masih tersedianya lahan untuk digarap.
  • Prinsip deskripsi, artinya untuk menggambarkan fenomena geosfer memerlukan deskripsi, melalui tulisan, tabel, gambar atau grafik. Contohnya peta persebaran lempeng tektonik di dunia.
  • Prinsip korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern. Contohnya suhu udara di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan. Hal ini disebabkan salah satunya karena banyaknya sinar matahari yang dipantulkan oleh bangunan-bangunan yang ada di perkotaan.


Di bawah ini adalah referensi judul skripsi yang kami ambil dari seluruh universitas di indonesia, jika sahabat mahasiswa membutuhkan file lengkap skripsi pendidikan geografi ataupun jurusan pendidikan geografi bisa memesan paket mega skripsi yang berisi 1300 skripsi semua jurusan hanya dengan mengeluarkan uang saku sebesar Rp.150.000,- saja. Bagi skripsi informatika dan ilmu komputer sebagian telah dilengkapi program+sourcecode lengkap. silahkan pesan Di sini >> Order Mega Skripsi


Kami juga menawarkan paket mega source code lengkap, yaitu kumpulan program, sourcecode, aplikasi Visual Basic (VB), PHP yang berisi lebih dari 160 program+sourcecode lengkap didalamnya, kami mengemasnya di dalam 3 DVD dengan total file 12 giga. Jika sahabat mahasiswa tertarik silahkan memesan di sini >> Order Mega Source code
Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Geografi

  1. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN TATA RUANG DAN FUNGSI IBU KOTA KABUPATEN GARUT
  2. PERBANDINGAN PENGGUNAAN MEDIA BAGAN DAN MEDIA PETA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR : Studi komparatif terhadap siswa kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung pada materi Benua dan Samudra
  3. KEBUTUHAN DAN PEMENUHAN AIR BERSIH BAGI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI
  4. EKSISTENSI INDUSTRI BAWANG MERAH GORENG TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI BAWANG MERAH DI DESA SUKAMULYA DAN DESA GARAWANGI KECAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN
  5. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT DI DESA SERI TANJUNG KECAMATAN SEMENDE DARAT TENGAH KABUPATEN MUARA ENIM
  6. PERSEBARAN DAN KEBUTUHAN SARANA PRASARANA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT : Studi berdasarkan data sekunder di Kecamatan Cikalong Wetan, Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Cisarua
  7. Produktivitas Lahan Sawah Dalam Pemenuhan Kebutuhan Beras Penduduk Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang
  8. KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI TEMBAKAU DI KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA
  9. KARAKTERISTIK MASYARAKAT PEMETIK TEH DI PTPN VIII CIATER KABUPATEN SUBANG
  10. PREDIKSI EROSI PERMUKAAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KARO DAERAH ALIRAN CI TARUM
  11. PENGGUNAAN STRATEGI BELAJAR PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN DAYA SERAP BELAJAR SISWA : Penelitian Tindakan Kelas Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas XI IPS 3 SMA Laboratorium Percontohan UPI
  12. ANALISIS POTENSI RAWA CERMAI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT
  13. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGATASI PENCEMARAN CI KAPUNDUNG DI KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG
  14. KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJA HOME INDUSTRY BENANG JAHIT (BINAAN KOPERASI AL-AMIN) PASCA KRISIS EKONOMI DI DESA CIGENTUR KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG
  15. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAPHASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas X
    di SMA Negeri 14 Bandung
  16. PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DI KABUPATEN MAJALENGKA
  17. EKSISTENSI ALAT TRANSPORTASI DELMAN (KERETEK) TERHADAP KEHIDUPAN KUSIR DELMAN DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  18. PENGARUH PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMAN 1 Lembang
  19. PREDIKSI TINGKAT BAHAYA EROSI PADA LAHAN PERKEBUNAN TEH YANG BELUM, SEDANG DAN TELAH MENGALAMI KONVERSI MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG
  20. KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI PADA LAHAN PEKARANGAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  21. DAMPAK USAHA PENAMBANG EMAS RAKYAT TERHADAP KONDISI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT CIHIDEUNG DESA CIPANGRAMATAN KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT
  22. MOBILITAS PENDUDUK KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN TASIKMALAYA
  23. STUDI TINGKAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KARO DAERAH ALIRAN CI TARUM
  24. KUALITAS LINGKUNGAN BIOFISIK DI DESA MEKARWANGI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  25. ANALISIS PERSEBARAN CAFÉ DI KAWASAN DAGO KOTA BANDUNG
  26. APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO (PORTOFOLIO BASED LEARNING) PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lembang
  27. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODEL ‘CORE’ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Geografi di kelas X SMA Negeri 1 Kertasari Desa Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung
  28. Dampak Perkembangan Budidaya Ikan Nila Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang.
  29. DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN NANAS MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG
  30. PENATAAN RUANG PERMUKIMAN KAWASAN BANJIR DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  31. PENGARUH DAYA TARIK TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI KEBUN RAYA CIBODAS KABUPATEN CIANJUR
  32. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN MENGGUNAKAN ANALISIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR
  33. HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
    DI SMA LABORATRIUM SCHOOL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
  34. TINGKAT ADOPSI INOVASI PRIMA TANI DI KELURAHAN SETIAWARGI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA : Studi Korelasi Tingkat Adopsi Inovasi Prima Tani dengan Tingkat Produktivitas dan Pendapatan Petani
  35. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  36. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (DUA TINGGAL DUA BERTAMU) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Kelas X Semester 1 Mata Pelajaran Geografi Topik Teori Tektonik Lempeng di SMA Negeri 14 Bandung
  37. BUDIDAYA TANAMAN KARET RAKYAT DI DESA NANGGELENG KECAMATAN CIPEUNDEUY KABUPATEN BANDUNG BARAT
  38. ANALISIS GEOGRAFIS TERHADAP KEKRITISAN LAHAN UNTUK PERTANIAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KARO DAERAH ALIRAN CI TARUM
  39. PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEMA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI : Studi Eksperimen Pada SMA Negeri 9 Bandung
  40. Analisis Lokasi Sekolah Dasar dan Pola Penduduk Dalam Memilih Sekolah Dasar di Kelurahan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung
  41. KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN TAHU DI KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG
  42. GEJALA URBAN SPRAWL KOTA BANDUNG KAITANNYA DENGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI PENDUDUK
    (Studi Kasus Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung)
  43. POTENSI GEOGRAFIS KECAMATAN SINGAPARNA SEBAGAI IBUKOTA KABUPATEN TASIKMALAYA
  44. POTENSI WISATA BUDAYA DI KOTA CIREBON
  45. LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM PENUNTASAN PROGRAM WAJAR DIKDAS 9 TAHUN DI DESA MUNDUSARI PAMANUKAN SUBANG
  46. STUDI KOMPARASI TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH PABRIK TEKSTIL ASAL BANDUNG DAN PENDATANG DI BANDUNG KULON
  47. DAYA TARIK PUSAT PERDAGANGAN DI SEPANJANG JALAN SILIWANGI
    KOTA CIREBON
  48. KAJIAN KEMACETAN LALU LINTAS KOTA CIMAHI
  49. PROFIL KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PETANI DI DESA BUAHDUA KECAMATAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG
  50. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA ( Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI Semester 2 dengan Materi Pokok Sumber Daya Alam di SMA Angkasa Bandung )
  51. “ PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA ”
    (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS-Geografi di SMP Negeri 1 Soreang
    Kabupaten Bandung).
  52. USAHA BUDIDAYA TERNAK SAPI PERAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DESA SUKAJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  53. HUBUNGAN ANTARA EKSISTENSI INDUSTRI EAJIT DENGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PARA PENGERAJIN DI KECAMATAN CILILIN KABUPATEN BANDUNG
  54. STUDI TENTANG PEMUSATAN USAHA SABLON DI SEPANJANG JALAN SUCI KOTA BANDUNG
  55. KONTRIBUSI KEBERADAAN FACTORY OUTLET DAN FOOD COURT TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS DI SEPANJANG JALAN Dr. SETIABUDHI KOTA BANDUNG
  56. PENGARUH BUDIDAYA JAMUR MERANG TERHADAP KONDISI SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT
    DI KECAMATAN BANYUSARI KABUPATEN KARAWANG
  57. MOBILITAS PENDUDUK DI KECAMATAN BUNGBULANG KABUPATEN GARUT
  58. PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS-GEOGRAFI SUB POKOK BAHASAN PETA, ATLAS DAN GLOBE
  59. ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARN GEOGRAFI DI SMA KABUPATEN MAJALENGKA
  60. TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi kasus antara penduduk asli dengan penduduk pendatang di desa muara langsat kecamatan benai kabupaten kuantan singingi kota Teluk Kuantan)
  61. PENGARUH PENDEKATAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI Semester 1 dengan Materi Pokok Sumber Daya Alam di SMA Negeri 1 Kalijati)
  62. POLA PERILAKUADAPTASI MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI TEKSTIL KECAMATAN RANCAEKEK
  63. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS-GEOGRAFI
    PERKEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BATIK DI DESA TRUSMI KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON
  64. PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X Semester 2
    dengan Materi Pokok Hidrosfer di SMA Angkasa Bandung
  65. PERKEMBANGAN BUDIDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PETANI JAMUR TIRAM DI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT
  66. POTENSI DAN KEBUTUHAN AIRTANAH BAGI PENDUDUK
    DI DAERAH PENAMBANGAN GALIAN C KECAMATAN BALEENDAH
    KABUPATEN BANDUNG
  67. RESPON MASYARAKAT TERHADAP RESIKO BENCANA LETUSAN GUNUNG API GUNTUR DI KECAMATAN TAROGONG KALER KABUPATEN GARUT
  68. EKSISTENSI KAWASAN WISATA DANAU LIDO KABUPATEN BOGOR
  69. ANALISIS INDUSTRI LOGAM DI DESA CIBATU
    KECAMATAN CISAAT KABUPATEN SUKABUMI
  70. “Perbandingan Model RTE (Rotating Trio Exchange) dan Tari Bambu
    Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi”
    (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMAN 7 Bandung)
  71. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI DI DESA BALONGAN KECAMATAN BALONGAN KABUPATEN INDRAMAYU
  72. PROSPEK PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI KECAMATAN CIGEDUG KABUPATEN GARUT
  73. ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI WILAYAH MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  74. FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK SERTA KONDISI KEHIDUPAN SOSIAL PARA TRANSMIGRAN ASAL D.I YOGYAKARTA DI KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT
  75. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGURANGI RESIKO BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  76. MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES OBSERVASI DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CARA BERPIKIR KRITIS (STUDI EKSPERIMEN TERHADAP SISWA KELAS X SEMESTER 2 POKOK BAHASAN HIDROSFER DI SMA NEGERI 1 LEMBANG)
  77. POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROINDUSTRI
    DI KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG
  78. PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA
    TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI KECAMATAN SUSUKAN
    KABUPATEN CIREBON
  79. ANALISIS POTENSI RAWA CERMAI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT
  80. PENGARUH METODE DEMONSTRASU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII SEMESTER 1 MTs AL-INAYAH BANDUNG)
  81. KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP SAMPAH
    DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  82. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAMBU BIJI MERAH DIKECAMATAN PANYINGKIRANN KABUPATEN MAJALENGKA
  83. PENGARUH PENGGUNAAN METODE QUANTUM LEARNING
    (MIND MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
    DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI
    (Perbandingan antara Teknik Peta Pikiran dan Teknik Pencatatan Rangkuman di SMA Negeri 5 Cimahi
  84. ANALISIS PERKEMBANGAN KOTA DEPOK
  85. PEMANFAATAN SIG DAN METODE GELOMBANG SEISMIK PANTUL DANGKAL UNTUK KAJIAN SESAR PERMUKAAN REGIONAL
    KARAWANG DAN SEKTARNYA SERTA HUBUNGANNYA DENGAN
    SEBARAN PERMUKIMAN
  86. STUDI TENTANG PEMUKIMAN KUMUH
    DI KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL KOTA BANDUNG
  87. PENERAPAN METODE PENUGASAN PETA KONSEP
    TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
    (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri 2 Majalengka)
  88. RESPON WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP
  89. KONDISI AIRTANAH DANGKAL YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT
    DI KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG
    SEBAGAI WILAYAH INDUSTRI
  90. KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT
    DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPABUMI
    DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
  91. INOVASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
    SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI
    DI KABUPATEN GARUT
  92. DISTRIBUSI PRODUKTIVITAS LAHAN PERTANIAN BERDASARKAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN
    DI DAERAH TANGKAPAN CI PAMOKOLAN BANDUNG
  93. PERANAN PENGELOLAAN KELAS
    DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
  94. PENGARUH PENAMBANGAN PASIR TERHADAP KUALITAS LAHAN DI KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG
  95. STUDI POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOITAN
    DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
  96. PERBEDAAN PRODUK HORTIKULTURA DI DESA CIBOGO KECAMATAN LEMBANG
    (Pertanian dengan Penggunaan Mulsa Anorganik dan yang Tidak Menggunakan Mulsa Anorganik)
  97. PENILAIAN TINGKAT PERKEMBANGAN TANAMAN KELAPA SAWIT PADA LAHAN HASIL KONVERSI DI PERKEBUNAN TAMBAKSARI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG
  98. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN EROSI DAN SEDIMENTASI DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKERUH
  99. “Analisis Keruangan Kondisi Lalu Lintas di Kota Cianjur
  100. RESPON KOMUNITAS PENGHUNI PERMUKIMAN BARU TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  101. MODEL SPASIAL KERENTANAN LONGSOR DI KECAMATAN SINDANGKERTA KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN APLIKASI SIG
  102. KONTRIBUSI BUDIDAYA TAMBAK UDANG WINDU TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETAMBAK
    DI DESA SUNGAI BUNTU KECAMATAN PEDES
    KABUPATEN KARAWANG
  103. HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN KUALITAS RUMAH TINGGAL DI KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG
  104. PENGARUH KONVERSI LAHAN KEBUN RAMBUTAN MENJADI INDUSTRI GARMEN TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN DAN MATA PENCAHARIAN SAMPINGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN SUBANG
  105. KOMPETENSI PROFESIONAL GURU GEOGRAFI
    SMA NEGERI DI KOTA BANDUNG
    (Studi Komparasi Kompetensi Profesional Guru Geografi Sudah Sertifikasi dengan Guru Geografi Belum Sertifikasi di SMA Negeri Kota Bandung)
  106. ARAHAN TATA GUNA LAHAN BERBASIS KEMAMPUAN LAHAN DAN FUNGSI KAWASAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KARO DAERAH ALIRAN CI TARUM KABUPATEN BANDUNG
  107. FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFIS YANG MENDUKUNG EKSISTENSI HOME INDUSTRI MAKANAN DI KECAMATAN CINGAMBUL
    KABUPATEN MAJALENGKA
  108. PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN INDUSTRI ROTAN SEBELUM DAN SESUDAH TAHUN 2005 DI KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON
  109. POTENSI GEOGRAFIS YANG MEMPENGARUHI
    PERKEMBANGAN DESA SUKAKARYA
    KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT
  110. PEMANFAATAN LINGKUNGAN SETEMPAT
    SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN OLEH GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI SE-SUKABUMI SELATAN
  111. RESPON MASYARAKAT TERHADAP RENCANA RELOKASI TERMINAL CICAHEUM KE KECAMATAN GEDEBAGE
  112. CARA PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP PENDUDUK MOBILISAN ULANG-ALIK DI KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG
  113. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PENDUDUK DI KECAMATAN NGMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT
    (Kajian Hubungan Antara Tingkat pendidikan Dengan Tingkat Pandapatan, Kesehatan dan Gaya Hidup Penduduk)
  114. PENGARUH FAKTOR GEOGRAFIS TERHADAP HASIL
    PEMILIHAN GUBERNUR JAWA BARAT 2008
    DI KABUPATEN BANDUNG
  115. STUDI TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KONVERSI PENGGUNAAN LAHAN PERTANIANDI DAERAH TANGKAPAN CIDIRA
    KECAMATAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG
  116. RESPON MASYARAKAT TERHADAP
    PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF (BIOGAS)
    DI DESA TARUMAJAYA KECAMATAN KERTASARI
    KABUPATEN BANDUNG
  117. STUDI TINGKAT BAHAYA EROSI
    DI SUB DAERAH ALIRAN CI SARANTEN HULU
    DAERAH ALIRAN CI PAMOKOLAN
  118. PERSEPSI MASYARAKAT KORBAN BANJIR TERHADAP RENCANA RELOKASI PERMUKIMAN PADA DAERAH BANJIR DI KECAMATAN BALEENDAH
  119. DAYA SERAP SEKTOR INDUSTRI TERHADAP TENAGA KERJA LOKAL
    DI KABUPATEN KARAWANNG
  120. STUDI TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN DI SEMPADAN CIKAPUNDUNG DAN SEMPADAN JALUR KERETA API KOTA BANDUNG
  121. STUDI KELAYAKAN PANTAI ERETAN KULON KECAMATAN KANDANGHAUR SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI KABUPATEN INDRAMAYU
  122. ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
  123. POTENSI AIRTANAH DALAM (DEEP GROUNDWATER) UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU PEMUKIMAN DI KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI
  124. POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) DI KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG
  125. STUDI TENTANG DELMAN SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN DAN DAYA TARIK WISATA DI KECAMATAN GARUT KOTA KABUPATEN GARUT
  126. ANALISIS GEOGRAFI TERHADAP BUDIDAYA ITIK RAMBON DI DESA KROYA KECAMATAN PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON
  127. Penyerapan Penduduk Setempat Sebagai Tenaga Kerja Industri di Desa Argawana Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang
  128. PENGARUH MOBILITAS PENDUDUK SIRKULER TERHADAP POLA PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA
  129. ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN POTENSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI SUB DAERAH ALIRAN CI KERUH EVALUASI POTENSI AIRTANAH PADA DAERAH PEMUKIMAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KERUH
  130. STUDI IMPLEMENTASI KEMAMPUAN GURU PRAKTIKAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
    :studi deskriptik di SMAN 6, SMA lab school, SMPN 12, SMPN 29 Bandung
  131. ANALISIS PERKEMBANGAN PUSAT KEGIATAN WILAYAH KADIPATEN
    DI KABUPATEN MAJALENGKA
  132. PENGEMBANGAN KAWASAN SITU GEDE SEBAGAI OBJEK WISATA ANDALAN KOTA TASIKMALAYA
  133. BUDIDAYA PAPRIKA (Capsicum annuum var grossum L.) SEBAGAI PRODUK UNGGULAN HORTIKULTURA DI DESA PASIRLANGU KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT
  134. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Dalam Menganalisis Tingkat Bahaya Erosi Di Sub Daerah Aliran Ci Tarum Hulu
  135. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM BUATAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS SMP NEGERI 1 TEMPURAN
  136. RESPON PENDUDUK PADA REKAYASA JALAN SATU ARAH TERHADAP AKSESIBILITAS DI KOTA CIMAHI
  137. DAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN JATIGEDE TERHADAP REORIENTASI MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT DI DAERAH CALON GENANGAN JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG
  138. STUDI TENTANG BUDIDAYA TAMBAK BANDENG DALAM KAITANNYA DENGAN KONDISI SOSIAL-EKONOMI PETAMBAK DI DESA TANJUNG PASIR KECAMATAN TELUK NAGA KABUPATEN TANGERANG-BANTEN
  139. HUBUNGAN ANTARA SEBARAN BAHAN PENCEMAR UDARA DAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN KUALITAS UDARA INDEKS ORAQI DI KOTA BANDUNG
  140. MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA SISWA KELAS VII H SMPN 2 CILAWU GARUT
    (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pokok Bahasan Sketsa dan Peta Wilayah)
  141. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN UNTUK TANAMAN TEMBAKAU DI KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA
  142. KEARIFAN NILAI-NILAI ADAT DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI WILAYAH PANJALU KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS
  143. TINGKAT KEPEDULIAN MAHASISWA PECINTA ALAM DAN NON PECINTA ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TERHADAP LINGKUNGAN KAMPUSNYA
  144. STUDI TENTANG PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN BOJONGLOA KALER KOTA BANDUNG
  145. PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MEA (MEANS-ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 7 BANDUNG)
  146. PERUBAHAN KONDISI FISIK DAN UPAYA REKLAMASI LAHAN PADA TAMBANG BATUBARA AIR LAYA DI KECAMATAN LAWANG KIDUL KABUPATEN MUARA ENIM
  147. PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN INDUSTRI ROTAN SEBELUM DAN SESUDAH TAHUN 2005 DI KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON
  148. Analisis Geografis Konsentrasi Industri Kulit di Kabupaten Garut
  149. PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL TERKAIT (CONNECTED) TERHAAP HASIL BELAJAR SISWA
  150. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODEL CORE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
  151. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
  152. STUDI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA BANDUNG
  153. DAYA DUKUNG LINGKUNGAN OBJEK WISATA CURUG OROK DI KABUPATEN GARUT
  154. UPAYA PELESTARIAN KARST MELALUI PENGEMBANGAN WISATA DI DESA GUNUNGMASIGIT KECAMATAN CIPATAT
  155. PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI GARMEN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI KECAMATAN CICURUG KABUPATEN SUKABUMI
  156. PEMANFAATAN TANAH TIMBUL DI PESISIR MUNDU KABUPATEN CIREBON
  157. PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT INDUSTRI DI KABUPATEN SUKABUMI BAGIAN UTARA
  158. STUDI KAPASITAS INFILTRASI DAERAH PEMUKIMAN UNTUK PENGEMBANGAN SUMUR RESAPAN DI SUB DAERAH ALIRAN
    CI KAPUNDUNG HULU KABUPATEN BANDUNG
  159. PENGARUH PERSEBARAN MINI MARKET TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KIOS KECIL DI KECAMATAN SUKAJADI
  160. KEBUTUHAN AIR BERSIH BAGI PENDUDUK DI KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG
  161. APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO (PORTOFOLIO BASED LEARNING) PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lembang
  162. PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  163. ORIENTASI PENDUDUK USIA PRODUKTIF DALAM MEMILIH LAPANGAN KERJA DI DESA CIHEA KECAMATAN HAURWANGI
    KABUPATEN CIANJUR
  164. ANALISIS FUNGSI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN BLANAKAN – KABUPATEN SUBANG
  165. PRODUKTIFITAS BUDIDAYA PADI ORGANIK DI KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR
  166. DAMPAK GEMPABUMI TERHADAP KONDISI FASILITAS SOSIAL MASYARAKAT DI KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN GARUT
  167. PROFIL PETANI CENGKEH (Syzygium aromaticum) DI DUSUN CILUMPING DESA CIKURUBUK KECAMATAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG
  168. ANALISIS FASILITAS PENDIDIKAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KECAMATAN JAYANTI KABUPATEN TANGERANG
  169. HUBUNGAN ANTARA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINAN PAYET DENGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGUSAHA KERAJINAN DI DESA MEKARSARI KECAMATAN NGAMPRAH
  170. KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENGRAJIN WAYANG GOLEK DI KELURAHAN JELEKONG KABUPATEN BANDUNG
  171. ANALISIS SPASIAL SEBARAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH TEGALLEGA KOTA BANDUNG
  172. HUBUNGAN KARAKTERISTIK LAHAN DENGAN LAJU INFILTRASI
    DI SUB DAERAH ALIRAN CI KERUH
  173. KAJIAN KESEIMBANGAN AIR PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KERUH
  174. PEMANFAATAN TAMAN HUTAN RAYA Ir.H. DJUANDA SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI DI KOTA BANDUNG
  175. PROFIL PETERNAKAN DOMBA GARUT DI KABUPATEN GARUT
  176. DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI PERMUKIMAN TERHADAP PERUBAHAN NILAI LAHAN DI KECAMATAN WARUNG KONDANG KABUPATEN CIANJUR
  177. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA(Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Anyar)
  178. EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BANDUNG 2004-2013 DENGAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
  179. KEBERADAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DAN PENATAAN KOTA DI TASIKMALAYA
  180. RESPON PENDUDUK TERHADAP RENCANA PENGAKTIFAN KEMBALI KERETA API BANDUNG-CIWIDEY
  181. EVALUASI PEMEKARAN WILAYAH MALAUSMA SEBAGAI KECAMATAN BARU DI KABUPATEN MAJALENGKA
  182. PENGUASAAN KETERAMPILAN GEOGRAFIS (GEOGRAPHIC SKILLS) PADA SISWA PECINTA ALAM
    (Studi Kasus Pada Siswa SMA Negeri di Kota Bandung)
  183. SIKAP MASYARAKAT TERHADAP RENCANA RELOKASI PERMUKIMAN AKIBAT BENCANA GERAKAN TANAH DI KECAMATAN MAJALENGKA
  184. PEMETAAN KERAWANAN TSUNAMI DI KECAMATAN PELABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI
  185. PENGEMBANGAN TAMAN ADE IRMA SURYANI NASUTION SEBAGAI OBJEK WISATA BERKELANJUTAN DI KOTA CIREBON
  186. ALIH PROFESI PETANI NANAS DI DESA MANDALAMUKTI KECAMATAN CIKALONGWETAN
    KABUPATEN BANDUNG BARAT
  187. UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAHTANGGA DI DESA BOJONG MALAKA KECAMATAN BALEENDAH
  188. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG
  189. STUDI KOMPARASI PELAKSANAAN SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN ANTARA SMAN 1 MANDIRANCAN DENGAN SMAN 1 CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN
  190. DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS IKAN PADA BUDIDAYA JARING APUNG DI WADUK SAGULING
  191. HUBUNGAN KAWASAN PARIWISATA DENGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN CARITA KABUPATEN PANDEGLANG
  192. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI TRANSMIGRAN LOKAL DI KECAMATAN CIKADU KABUPATEN CIANJUR
  193. ANALISIS LOKASI YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN SMA/SEDERAJAT DI KECAMATAN KALIJATI KABUPATEN SUBANG
  194. ETOS KERJA KOMUNITAS KOREA SELATAN DI KOTA BANDUNG
  195. DAMPAK INDUSTRI PEMBAKARAN GAMPING TERHADAP PERSEBARAN PENYAKIT ISPA DI KAWASAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  196. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM
    PENGEMBANGAN KEMENARIKAN OBJEK WISATA GUCI DI KABUPATEN TEGAL
  197. KETERSEDIAAN LAHAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) DI KOTA BANDUNG
  198. HUBUNGAN INDUSTRI KERAJINAN LUKISAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN LUKISAN DI KELURAHAN JELEKONG KABUPATEN BANDUNG
  199. STUDI SEBARAN KEKRITISAN LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN BABAKANJAWA KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA
  200. PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI AIR MINUM KEMASAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN CIDAHU KABUPATEN SUKABUMI
  201. Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Di SMP Se-Kabupaten Cirebon
  202. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA UNTUK MENARIK KESIMPULAN PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI : studi eksperimen pada siswa kelas XI SMA 1 Leuwiliang Bogor
  203. EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR
  204. Hubungan Sarana dan Prasarana Transportasi Dengan Tingkat Kemacetan Lalu Lintas di Kota Bandung
  205. KEBUTUHAN HUTAN KOTA DI KOTA CIMAHI
  206. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI : Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII Semester II dengan Materi Pokok Siklus Hidrologi di SMP 12 Bandung
  207. ANALISIS POTENSI KAWASAN PARIWISATA DI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN
  208. FENOMENA GEOGRAFIS DI BALIK NAMA-NAMA TEMPAT (TOPONIM) DI WILAYAH KOTA BANDUNG
  209. AKUMULASI SAMPAH DI PEMUKIMAN KUMUH DAN PEMUKIMAN ELITE WILAYAH KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG
  210. HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN KUALITAS PERUMAHAN MASYARAKAT DI KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG
  211. HUBUNGAN MINIMARKET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK WARUNG SEKITARANYA DI KOTA BANDUNG
  212. PENGARUH INTENSITAS EKSPLOITASI BATU GAMPING TERHADAP UPAYA KONSERVASI KAWASAN KARST DI KECAMATAN CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT
  213. ANALISIS POLA PERSEBARAN FLU BURUNG DI KOTA BANDUNG
  214. PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BANTEN LAMA PROPINSI BANTEN
  215. KARAKTERISTIK LOKALISASI PROSTITUSI DI KECAMATAN PAMANUKAN, LEGONKULON DAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG
  216. PEMANFAATAN TEGALEGA SEBAGAI RUANG PUBLIK OLEH MASYARAKAT KOTA BANDUNG
  217. ANALISIS SEBARAN KERUSAKAN BANGUNAN UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA GEMPABUMI
    DI KECAMATAN CIKELET
  218. PEMANFAATAN LAHAN DANGKAL DANAU LIDO UNTUK KEGIATAN PERTANIAN DI KECAMATAN CIGOMBONG KABUPATEN BOGOR
  219. KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM MENGANTISIPASI BENCANA GEMPABUMI
    (Studi Kasus Pada SMA Negeri di Kota Bandung)
  220. KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI TEMBAKAU DI KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA
  221. PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN
    ANALISIS CITRA QUICKBIRD
    DI WILAYAH CIBEUNYING KOTA BANDUNG
  222. PERANAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KOTA CIREBON
  223. EKSISTENSI INDUSTRI TAUCO
    DI KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR
  224. KONDISI OBJEK WISATA CIKIDANG HUNTING RESORT
    DI KECAMATAN CIKIDANG KABUPATEN SUKABUMI
  225. PERANAN ADAT SASI LAUT
    DALAM UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR DI DESA ADAUT KECAMATAN SELARU KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT
  226. SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PLTU II JAWA BARAT DI DESA CITARIK KECAMATAN PELABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI
  227. Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Laboratorium School Universitas Pendidikan Indonesia
  228. DAMPAK KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH
    PASIR SEMBUNG TERHADAP LINGKUNGAN
    DI KECAMATAN CILAKU KABUPATEN CIANJUR
  229. PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT INDUSTRI
    DI KABUPATEN SUKABUMI BAGIAN UTARA
  230. PENGARUH PERSEBARAN MINI MARKET TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KIOS KECIL DI KECAMATAN SUKAJADI BANDUNG
  231. KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENGRAJIN WAYANG GOLEK DI KELURAHAN JELEKONG KABUPATEN BANDUNG
  232. HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEMETIK TEH DENGAN KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI DI PERKEBUNAN PASIR NANGKA KABUPATEN CIANJUR
  233. KONDISI SOSIAL EKONOMI MOBILISAN NON PERMANEN
    DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
  234. PROFIL PENGGUNA JASA TRANSPORTASI KERETA API STASIUN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG
  235. KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI DI KOTA MEULABOH
    KABUPATEN ACEH BARAT
  236. STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA
    DI KELURAHAN JELEKONG KECAMATAN BALEENDAH
    KABUPATEN BANDUNG
  237. HUBUNGAN ANTARA NILAI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN PEROLEHAN NILAI TES NASIONALISME PESERTA DIDIK
    DI SMA NEGERI KOTA BANDUNG
  238. VALUASI EKONOMI DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN PASIR
    KECAMATAN SUKALARANG KABUPATEN SUKABUMI
  239. TINGKAT KESIAPSIAGAAN MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG DALAM MENGHADAPI GEMPABUMI
  240. PELAKSANAAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI KABUPATEN SUBANG
  241. PENCEMARAN TANAH OLEH LOGAM BERAT
    PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN RANCAEKEK
  242. PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN (EXPERIENTIAL LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Rangkasbitung)
  243. DAMPAK KONVERSI LAHAN PERKEBUNAN TEH MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI TENAGA KERJA DI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG
  244. PENGARUH KEBERADAAN KAWASAN INDUSTRI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN CIWANDAN KOTA CILEGON
  245. PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU MODEL JARING LABA-LABA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA TEMA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII SMP Negeri 1 Lembang
  246. DAMPAK PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KONDISI HIDROLOGIS DI SUB DAERAH ALIRAN CI KARO
  247. PENGELOLAAN POTENSI MATAAIR DI DESA BAYONGBONG KECAMATAN BAYONGBONG KABUPATEN GARUT
  248. VALUASI EKONOMI DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN PASIR KECAMATAN SUKALARANG KABUPATEN SUKABUMI
  249. Studi Teknik Konservasi Pada Pertanian Lahan Kering di Daerah Aliran Ci Hampelas Kabupaten Bandung
  250. PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP PERSEBARAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI KOTA BANDUNG
  251. KONTRIBUSI PERTANIAN TANAMAN SAYURAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KECAMATAN ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA
  252. TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI OLEH LIMBAH INDUSTRI PADA BULAN JULI DAN AGUSTUS TAHUN 2009 DI SUB DAS CIMAHI
  253. PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW BAGI PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX B POKOK BAHASAN NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG IPS GEOGRAFI DI SMPN 2 NGAMPRAH BANDUNG BARAT
  254. PERBEDAAN DAYA TARIK WISATA ANTAR-SATUAN KAWASAN WISATA (SKW) DI KABUPATEN SUBANG
  255. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODEL ‘CORE’ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Geografi di kelas X SMA Negeri 1 Kertasari Desa Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung
  256. PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL TERKAIT (CONNECTED) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS-Geografi Di SMP Negeri 3 Rancah
  257. POTENSI BEBAN PENCEMARAN AIR BERDASARKAN PARAMETER BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) DI DAS CIMANUK HULU
  258. PENGARUH KONVERSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PEMUKIMAN TERHADAP AIR LIMPASAN (SURFACE RUN OFF) DI DESA PADALARANG
  259. PERUBAHAN HARGA LAHAN PERTANIAN MENJADI KOMPLEK PERUMAHAN DI DESA CINANGSIH KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG
  260. STUDI TEKNIK KONSERVASI PADA LAHAN KERING DI SUB DAS CIPUTRI
  261. STUDI PENSESARAN PERMUKAAN DI LAUT JAWA BAGIAN BARAT : Tinjauannya Terhadap Pola Umum Infrastuktur dan Pemukiman di Kota Cilegon dan Pesisir Utara Kabupaten Serang
  262. TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PADI PANDAN WANGI DI DESA JAMBUDIPA KECAMATAN WARUNGKONDANG KABUPATEN CIANJUR
  263. ANALISIS GEOGRAFIS TENTANG SENTRA PRODUKSI RAMBUTAN DI KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN SUBANG
  264. PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (POBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Lembang
  265. DAYA DUKUNG CIHAMPELAS SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA BELANJA
  266. EKSISTENSI KOMUNITAS JAWA DI DESA KORANJI KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT
  267. AKTIVITAS PETANI PADA LAHAN BEKAS LONGSORAN DI GUNUNG MANDALAWANGI KECAMATAN KADUNGORA KABUPATEN GARUT
  268. STUDI TINGKAT BAHAYA EROSI PADA LAHAN PERTANIAN DAERAH TANGKAPAN CI PAMOKOLAN BANDUNG
  269. PARTISIPASI PETANI DALAM KONSERVASI LAHAN PERTANIAN DI DESA CIMENYAN KECAMATAN CIMENYAN
    KABUPATEN BANDUNG
  270. KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI STROBERI DI DESA ALAMENDAH KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG
  271. STUDI KELAYAKAN SUNGAI CICATIH SEBAGAI OBJEK WISATA MINAT KHUSUS ARUNG JERAM DI KABUPATEN SUKABUMI
  272. STUDI MORFOKONSERVASI PADA PERTANIAN LAHAN KERING DAERAH TANGKAPAN CI PAMOKOLAN BANDUNG
  273. STUDI SEBARAN KEKRITISAN LAHAN PADA LAHAN PERTANIAN DAERAH TANGKAPAN CI PAMOKOLAN BANDUNG
  274. HUBUNGAN KEDISIPLINAN SOPIR ANGKUTAN UMUM DENGAN PEMANFAATAN TERMINAL PASIR HAYAM KABUPATEN CIANJUR
  275. PERBANDINGAN PROFIL KEHIDUPAN MASYARAKAT PEMBUDIDAYA IKAN SISTEM JARING APUNG DI DESA CIKIDANGBAYABANG DAN DI DESA BOBOJONG KECAMATAN MANDE KABUPATEN CIANJUR
  276. POTENSI LIMPASAN PERMUKAAN PADA LAHAN PERTANIAN DI CATCHMENT AREA CI PAMOKOLAN BANDUNG
  277. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
    PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI : Studi Eksperimen Pada SLTP Negeri 1 Sumber
  278. KESESUAIAN TATA RUANG KABUPATEN SUMEDANG DAN PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN
  279. EKSISTENSI PEDAGANG MANISAN DI KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR
  280. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TRAINING INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS-Geografi Sub Pokok Bahasan Unsur-unsur Cuaca dan Iklim di SMP Laboratorium Percontohan UPI
  281. PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI :Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS-Geografi Di SMP Negeri 38 Bandung
  282. STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL TUTORIAL DENGAN MODEL DRILL TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 6 BANDUNG
  283. ANALISIS KUALITAS AIRTANAH DANGKAL DI SEPANJANG CI KAPUNDUNG KOLOT KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG
  284. KOMPARASI PEMANFAATAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI PADA MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN DAN PEDESAAN : Studi Kasus di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
  285. STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS : Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Leuwigoong-Garut Materi Lingkungan Hidup dan Pelestariannya
  286. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Di SMA Negeri 2 Majalengka
  287. DAYA TARIK PASAR DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG MOBILISAN : Studi Kasus di Pasar Kadipaten Kabupaten Majalengka
  288. PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI : Studi Eksperimen pada Siswa Kelas XI Semester 1 dengan Materi Biosfer di SMA Negeri 1 Cikijing
  289. DAMPAK KONVERSI LAHAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG
  290. HUBUNGAN POLA BUDIDAYA TANAMAN DENGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI LAHAN KERING DI SUB DAS CIPUTRI
  291. Analisis Perkembangan Kota Majalengka Sebagai Ibukota Kabupaten
  292. STUDI PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA : Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII.B dan VIII.F Di SMP Negeri 1 Lembang
  293. STUDI KELAYAKAN TEKNIS GARUT SELATAN SEBAGAI KABUPATEN BARU DENGAN BANTUAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK
  294. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS-GEOGRAFI : Studi Eksperimen Pada SMP Negeri 6 Banjar
  295. PENGEMBANGAN KEMENARIKAN OBJEK WISATA PESISIR PAMEUNGPEUK GARUT SELATAN
  296. METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY – TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM DI KELAS XI IPS 2
    SMA NEGERI 24 BANDUNG
  297. POTENSI DAN KEBUTUHAN AIRTANAH BAGI PENDUDUK DESA SARIWANGI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG
  298. STUDI MORFOKONSERVASI PADA LAHAN PERTANIAN DI SMALL BASIN CIGUGUR KABUPATEN BANDUNG
  299. KARAKTERISTIK LOKALISASI PROSTITUSI DI KECAMATAN PAMANUKAN, LEGONKULON DAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG
  300. PERSEPSI MASYARAKAT KAWASAN KUMUH TERHADAP UPAYA PERBAIKAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN CIDADAP KOTA BANDUNG
  301. ANALISIS PRODUK UNGGULAN KECAMATAN BREBES DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
  302. PENGARUH TEKNIK ACTIVE DEBATE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI : Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester 2 Sub Pokok Bahasan Hidrosfer Di SMA Negeri I Cikembar
  303. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SLIDE SUARA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Di SMP NEGERI 12 BANDUNG (Studi Eksperimen Pada Kelas VII Mata Pelajaran IPS Materi Pokok Atmosfer)
  304. EKSISTENSI INDUSTRI GULA DI KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PURWAKARTA
  305. PERANAN APARAT DESA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MEMILIKI KTP
  306. STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DENGAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAPMATA PELAJARAN IPS
  307. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
  308. KONDISI KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN CANTIGI KABUPATEN INDRAMAYU
  309. PEMANFAATAN OBJEK GEOGRAFIS DI KAWASAN BANDUNG UTARA OLEH GURU SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI DI SMA
  310. PENGETAHUAN GURU GEOGRAFI SEKOLAH MENENGAH ATAS TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DI KOTA BANDUNG
  311. POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KAMBING PERANAKAN ETAWA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN AGRIBISNIS DI DESA CIBEUREUM WETAN KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG
  312. TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP PROSES RELOKASI TERMINAL SUDIRMAN KECAMATAN WARUDOYONG KE KECAMATAN BAROS KOTA SUKABUMI
  313. ANALISIS KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  314. TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN INDUSTRI KERAMIK DI DESA ANJUN KECAMATAN PLERED KABUPATEN PURWAKARTA
  315. EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DENGAN ANALISIS CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH CIBEUNYING KOTA BANDUNG
  316. ADAPTASI PENDUDUK TERHADAP LINGKUNGAN BANJIR DI KECAMATAN KEMUNING KOTA PALEMBANG
  317. HUBUNGAN ANTARA PRASARANA PERHUBUNGAN DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT MOBILITAS PENDUDUK DI KECAMATAN KALIJATI KABUPATEN SUBANG
  318. PROFIL MASYARAKAT PENGRAJIN ANYAMAN BILIK DI DESA SUKAWENING KECAMATAN CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG
  319. HUBUNGAN PRODUKSI PADI DENGAN KESEJAHTERAAN HIDUP PETANI PADI DI KECAMATAN ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON
  320. KAJIAN APLIKASI PENGGUNAAN SRTM DEM&GPS GEODETIK DENGAN MENGGUNAKAN GLOBAL MAPPER : Studi Kasus Gunung Sinabung
  321. KAJIAN PENGOLAHAN GPS UNTUK PENENTUAN POSISI
  322. HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN KECENDERUNGAN MOBILITAS KOMUTER (ULANG-ALIK) DI KOTA CIMAHI
  323. KAJI POTENSI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA PETERNAKAN DI PANGALENGAN KAB. BANDUNG JAWA BARAT
  324. UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI DIALOG KREATIF DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI SUB POKOK BAHASAN PUSAT PERTUMBUHAN DI KELAS XI IPS I SMA LABORATORIUM UPI BANDUNG
  325. ANALISIS PERSEBARAN SARANA DAN PRASARANA KOTA CIREBON DAN DAYA JANGKAU MASYARAKAT
  326. PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA KELOMPOK MATA KULIAH PROFESI DENGAN MATA KULIAH KEAHLIAN PROGRAM STUDI DITINJAU BERDASARKAN MINAT DAN SIKAP (Studi Kasual Komparatif pada mahasiswa Tingkat Empat (Tahun Angkatan 2008) di Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI)
  327. KETERKAITAN ANTARA INDUSTRI BATA MERAH DENGAN KONDISI LINGKUNGAN DI DESA LEUWILAJA KECAMATAN SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA
  328. PENYERAPAN TENAGA KERJA PENDUDUK SETEMPAT PADA INDUSTRI GARMEN DI KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN MAJALENGKA
  329. PROFIL INDUSTRI BATIK DI KELURAHAN PAOMAN KECAMATAN INDRAMAYU KABUPATEN INDRAMAYU
  330. BUDIDAYA BROKOLI (Brassica oleracea L) DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
  331. PENURUNAN INDUSTRI KERAJINAN GENTENG DI KECAMATAN PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN
  332. PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA(PEER TUTORING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA: Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Geografi Di Kelas X SMAN 3 Sumedang
  333. IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG
  334. PENINGKATAN STATUS KEPEMILIKAN DARI HAK GUNA BANGUNAN MENJADI HAK MILIK
  335. SURVEY DAN PEMETAAN GEOTEKNIK PADA JALAN TOL WIYOTO-WIYONO (ANCOL TIMUR)
  336. PEMBUATAN RENCANA ANGGARAN BIAYA SUATU PEMBANGUNAN
  337. PENGOLAAHAN DATA SUMUR SUSPENDED PERTAMINA MENGGUNAKAN RECEIVER GPS GEODETIK UNTUK PERBANDINGAN KOORDINAT
  338. PENGUKURAN BIDANG TANAH DALAM RANGKA PENDAFTARAN PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA DI KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN TASIKMALAYA
  339. PENGUKURAN DALAM BIDANG PERENCANAAN PERENCANAAN
  340. PENGUKURAN BIDANG TANAH SPORADIK & UKM (USAHA MENENGAH KEBAWAH)
  341. PEMANFAATAN FUNGSI JEMBATAN PENYEBRANGAN ORANG DI KOTA BANDUNG
  342. KARAKTERISTIK KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI NANAS YANG MEMBUKA LAHAN HUTAN DI DESA TAMBAKMEKAR KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG
  343. EKSISTENSI PENGRAJIN MEBEL DI KECAMATAN CIASEM KABUPATEN SUBANG
  344. PENGARUH USAHA PENGGALIAN BATU AJI (GEMSTONE) TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENAMBANG DI DESA SUKARAME KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN GARUT

Mudah - mudahan judul skripsi diatas bisa dijadikan referensi awal untuk menyusun tugas akhir maupun skripsi sahabat mahasiswa sekalian.


Kami mengucapkan terima kasih banyak telah sempat mengunjungi blog kami yaitu situs download skripsi gratis, tidak tepat jika sahabat mahasiswa sekalian sempat dan senantiasa meninggalkan komentar pada form komentar di bawah untuk mengeluarkan pendapatnya tentang article skripsi jurusan pendidikan ilmu geografi.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Isi Komentar anda mengenai blog article skripsi yang ada di blog kami. mudah - mudahan article skripsi yang ada di blog kami bisa bermanfaat dan bisa dijadikan referensi dalam menyelesaikan tugas akhir, tesis maupun skripsi sahabat mahasiswa semuanya.

Jika Anda membutuhkan Skripsi lengkap semua jurusan dengan format doc, kami menyediakan paket mega skripsi, yaitu paket kumpulan skripsi lengkap semua jurusan dalam 1 dvd yang berisi lebih dari 3200 skripsi.
PESAN DISINI

INGIN MELIHAT SKRIPSI LAINNYA ! SILAHKAN LIHAT DI SINI . . .

MEDIA DOWNLOAD SKRIPSI GRATIS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...