Friday, May 10, 2013

Skripsi Ekonomi Manajemen 12 : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN ( Suatu kasus pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT MATRIX PRIMATAMA Bandung)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
               Potensi usaha jasa konstruksi sangat berperan dalam kegiatan perekonomian, khususnya  dalam kegiatan pembangunan. Baik pembangunan  sarana umum, pembangunan gedung maupun pembangunan lainnya. Dengan adanya industri jasa konstruksi akan memberikan peluang yang besar bagi penyerapan tenaga kerja yang memiliki keahlian dibidang industri jasa konstruksi dan bangunan, dengan tersedianya lapangan pekerjaan maka akan menciptakan pendapatan bagi tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran.
               Secara prospektif keberadaan industri jasa konstruksi baik skala kecil, menengah, maupun skala besar mempunyai nilai strategik bagi Indonesia, mengingat proporsi perannya cukup besar dan menyangkut banyaknya tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan pelaksanaan suatu proyek dan pembangunanan.
                     Dari pernyataan diatas jelas bahwa perusahaan jasa konstruksi memberi dampak positif terhadap perkembangan perekonomian, namun dalam kenyataannya pelaksanaan usaha perusahaan jasa konstruksi memiliki hambatan dan masalah yang dihadapi yang menjadi fenomena umum yang menjadi gambaran bahwa setiap sektor usaha tidak hanya memiliki kelebihan, tetapi banyak kekurangan yang yang ada dalam menjalankan usahanya.
            Menurut Laporan pembinaan Konstruksi “BAPEKIN” dalam sosialisasi Undang-Undang No. 18/1999 dan Peraturan Pelaksanaan jasa konstruksi di Bandung terdapat beberapa fenomena yang terjadi pada Potensi usaha atau Kondisi Jasa Konstruksi Di Indonesia secara umum adalah :
§  Belum terwujudnya mutu konstruksi, ketepatan waktu pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya sebagaimana direncanakan.
§  Rendahnya tingkat kepatuhan Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
§  Belum terwujudnya kesejajaran kedudukan antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam hak dan kewajiban secara adil dan serasi
§  Belum terwujudnya secara optimal kemitraan yang sinergis Antar badan usaha jasa konstruksi, dan Antar badan usaha jasa konstruksi dengan masyarakat
Sumber : Buletin BAPEKIN Edisi ke 6 tahun 2004

            Dari fenomena diatas, terlihat adanya suatu masalah penting yang ada pada industri jasa konstruksi yang mengganggu tingkat kesehatan usaha sehingga secara otomatis akan mengganggu pada keberlangsungan usaha.  Salah satu akibatnya perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas usahanya. Rendahnya produktivitas akan berpengaruh pada keberhasilan usaha sektor industri jasa pada umumnya, sektor usaha akan berjalan lambat, dan jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan industri jasa konstruksi akan bangkrut.
Jika hal tersebut dilihat secara nasional di Negara Indonesia, maka tidak akan jauh berbeda keadaannya dengan kondisi industri jasa konsrtuksi yang ada di Jawa Barat. Dimana jasa konsrtuksi memberikan kontribusi yang rendah pada laju pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat, yaitu kurang dari 2% bahkan tidak memberikan kontribusi / dampak positif terhadap industri lainnya hingga tahun 2003. Namun hanya pada tahun 2004 triwulan I mencapai 2.20% dan memberi dampak positif terhadap perkembangan pertumbuhan industri barang kayu dan hasil hutan lainnya. (Syahwier, C A. Pikiran Rakyat, 24 juni 2004 )
               Dari data yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Barat, terdapat  500 perusahaan konstruksi yang telah tercatat, baik perusahaan yang berada pada skala kecil, menengah dan perusahan besar. Namun yang tercatat sebagai perusahaan konstruksi yang aktif hanya 25 % saja. Hal tersebut yang menjadi isu menarik mengapa perusahaan jasa cenderung mengalami penurunan dalam menjalankan usaha. Oleh sebab itu, maka penulis melakukan penelitian pada satu perusahaan jasa konstruksi yang ada dikota Bandung untuk membuktikan secara nyata keadaan perusahaan jasa konstruksi seperti halnya fenomena yang terjadi di Indonesia secara nasional.
               Pada tingkat perusahaan, pengukuran produktivitas terutama digunakan sebagai sarana manajemen untuk menganalisa dan mendorong efisiensi produksi. Suatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat produktivitas mana perusahaan itu beroperasi, agar dapat membandingkannya dengan produktivitas standar yang telah ditetapkan manajemen, mengukur tingkat perbaikan produktivitas dari waktu ke waktu, dan membandingkan dengan produktivitas industri sejenis yang menghasilkan produk/ jasa serupa. Hal ini menjadi penting agar perusahaan ini dapat meningkatkan daya saing dari produk/ jasa yang dihasilkannya di pasar global yang sangat kompetitif.
Tumbuh kembangnya perusahaan jasa masih diliputi masalah yang cukup potensial yang dapat mengganggu kesehatan usaha, sehingga mengganggu keberhasilan usaha. Randahnya produktivitas akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha perusahaan jasa, dan jika dibiarkan maka akan mengakibatkan perusahaan jatuh bangkrut karena usaha suatu perusahaan tidak selalu dan hanya bergantung pada laba yang diperoleh melainkan pada tingkat produktivitasnya.
Berpijak dari hal diatas, betapa pentingnya pengukuran produktivitas perusahaan. Maka penulis meneliti masalah produktivitas yang terjadi pada perusahaan jasa konstruksi PT Matrix Primatama yang tercatat sebagai perusahaan pelaksana jasa konstruksi tingkat menengah tiga (M3), yaitu usahanya bergerak dalam bidang pelaksanaan jasa pelaksana konstuksi bangunan.
PT Matrix Primatama menetapkan sistem pengukuran produktivitasnya mempertimbangkan beberapa indikator produktivitas, yang pada dasarnya mengacu pada konsep kualitas dari tenaga kerja yang melaksanakan proyek yaitu dari ketepatan menggunakan waktu dan mencapai kuantitas yang menjadi target dengan kualitas yang paling baik. Selain itu tingkat efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya yang tersedia, baik modal kerja mapun penggunaan sumber daya manusia dalam mengorganisir kegiatan pelaksanaan  proyek.
Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian dari laporan keuangan perusahaan selama kurun waktu enam tahun yang dilihat dari laporan rugi laba perusahaan, maka dapat dihitung besarnya produktivitas perusahaan yang dilihat dari sisi input perusahaan atau seluruh biaya yang digunakan dengan besarnya output perusahaan atau laba yang diperoleh perusahaan. Adapun hasil pengolahan data dari perhitungan input dan output tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.1
Perkembangan Produktivitas Perusahaan Jasa Pelaksana konstruksi
PT Matrix Primatama periode 2000 – 2005

Tahun
Produktivitas (O/I)
Perkembangan
per tahun
(Laba bersih total / Biaya total )
(%)
2000
0,365
-
2001
0,405
10,95
2002
0,367
-9,38
2003
0,593
61,08
2004
0,094
-84,12
2005
0,105
11,70
Sumber : Data PT Matrix Primatama, diolah
Bila dilihat maka penurunan dan kenaikannya sangat drastis, hal tersebut terjadi karena dalam pelaksanaan proyek kurang memperhatikan tingkat produktivitas dan perkembangan usaha mereka, Perkembangan produktivitas tersebut merupakan gambaran dari produktivitas  dari perusahaan jasa pelaksana konstruksi PT Matrix Primatama setiap tahun secara keseluruhan 
Perkembangan produktivitas diatas merupakan gambaran dari produktivitas dari perusahaan jasa konstruksi dan pengadaan barang PT Matrix Primatama. Penurunan produktivitas ini membawa dampak pada penurunan hasil dari perusahaan jasa konstruksi dan pengadaan barang PT Matrix Primatama, lebih jauhnya akan mengurangi pendapatan dari perusahaan itu sendiri. Sehingga kesejateraannya juga akan menurun.sebagaimana dikemukakan oleh Lipsey (1995:277) mengemukakan bahwa “ Penurunan secara permanen yang terjadi pada pertumbuhan produktivitas akan berakibat gawat. Turunnya pertumbuhan produktivitas mengandung makna bahwa biaya hidup bertambah lebih lambat atau sesungguhnya berkurang”.
Melihat fenomena diatas, tumbuh kembangnya perusahaan jasa masih diliputi masalah yang cukup potensial yang dapat mengganggu kesehatan usaha, sehingga mengganggu keberhasilan usaha. Randahnya produktivitas akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha perusahaan jasa, dan jika dibiarkan maka akan mengakibatkan perusahaan jatuh bangkrut karena usaha suatu perusahaan tidak selalu dan hanya bergantung pada laba yang diperoleh melainkan pada tingkat produktivitasnya.
Vincen Gasverz (2000:22) menyatakan hubungan antara profitabilitas dan produktivitas. “ Jika perusahaan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi sedangkan tingkat produktivitasnya rendah, maka yang akan terjadi adalah tingkat profitabilitas tidak akan berlanjut dalam jangka panjang, dalam jangka panjang produktivitas yang rendah akan menggerogoti keuntungan perusahaan”. Masalah yang terjadi dalam internal peusahaan jasa ini harus segera dapat diatasi, karena dalam menghadapi era globalisasi setiap perusahaan khususnya perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa harus memilki kekuatan dalam mengahadapi para pesaing baik domestik maupun asing yaitu dalam hal memberikan kualitas pelayanan jasa yang diberikan pada klien (konsumen) pengguna jasa konstruksi. Untuk mengatasi hal tersebut menurut vincen Gasverz “ tindakan yang harus diambil adalah meningkatkan produktivitas perusahaan”.
Tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk mencari laba. Namun laba tidak menjamin keberlangsungan suatu usaha sehingga tujuan perusahaan yang nyata adalah survival. Muchdarsyah Sinungan (2000:45-46) menyatakan bahwa “untuk dapat survive maka perusahaan harus memiliki kompas. Untuk memiliki kompas tersebut poerusahaan harus memiliki productivity objective yang diperlukan untuk pengukuran produktivitas”
Untuk lengkap dan jelasnya permasalahan ini tertuang dalam judul : “ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN (Suatu kasus pada perusahaan jasa Pelaksana Konstruksi  PT MATRIX PRIMATAMA Bandung).”

1.2.  Perumusan Masalah
Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, sebagaimana yang dikemukakan oleh Muchdarsyah Sinungan (2000:18) bahwa terdapat tiga faktor mendasar yang mempengaruhi produktivitas suatu perusahaan yaitu:
1.      Investasi sebagai komponen utama berupa modal
2.      Managemen  yang terdiri dari managerial skill dan technical sakill
3.      Tenaga kerja

Menurut Balai Pengembangan Produktivitas dalam Sedarmayanti (2001:71) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas adalah Sikap kerja, Tingkat keterampilan,Hubungan kerja dengan lingkaran pengawasan mutu (Quality Control Circles), Manajemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, kewiraswastaan
            Berdasarkan faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas diatas, penulis membatasi pada tiga variabel yang dapat mempengaruhi produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi PT Matrix Primatama Bandung yaitu dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas perusahaan Jasa Pelaksana PT Matrix Primatama Bandung ?
2.      Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi produktivitas perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT Matrix Primatama Bandung?




1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
·               Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.        Mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas tentang pengaruh efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas  perusahaan jasa pelaksana konstruksi dan PT Matrix Primatama
2.        Mengetahui seberapa besar efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial mempengaruhi produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi PT Matrix Primatama
3.        Memprediksi kondisi perkembangan produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi dan PT Matrix Primatama berdasarkan efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial tersebut.

·               Manfaat Penelitian
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1.      Secara Ilmiah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian penelitian selanjutnya, dan memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu ekonomi khususnya ekonomi mikro.




2.      Secara Praktis.
a.       Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan serta sebagai bahan informasi dan rekomendasi untuk selanjutnya menjadi referensi bagi perusahaan jasa pelaksana konstruksi PT Matrix Primatama dalam meningkatkan produktivitasnya
b.      Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi siapa saja yang ingin mengkaji permasalahan ini

1.4. Kerangka Pemikiran
Produktivitas merupakan komponen yang turut menentukan serta menjadi syarat utama dalam keberhasilan suatu perusahaan. Produktivitas menunjukkan tingkat kualitas perusahaan dalm menghadapi era persaingan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.
            Produktivitas dapat diartikan sebagai campuran (compound) dari produksi dan aktivitas, daya produksi sebagai penyebabnya dan produktivitas mengukur hasil dari daya produksi tersebut. Apabila ukuran keberhasilan produksi hanya dipandang dari sisi output saja, maka produktivitas dipandang dari dua sisi sekaligus, yaitu : sisi input dan sisi output. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produktivitas berkaitan dengan efisiensi penggunaan input dalam memproduksi output (barang dan jasa).
            Vincen Gasverz (1998:19) mengatakan bahwa “ Produktivitas merupakan suatu kombinasi dari efektivitas dan efisiensi, keberhasilan yang dipandang dari dua sisi sekaligus yaitu sisi input dan output.”
Whitmore dalam Sedarmayanti  (2001:58) menyatakan bahwa :
Productivity is a measure of the use of the reseources of an organization and is usually expressed as a ratio of the output obtained by the uses reseources to the amount of reseources employed”.
Whitmore memandang bahwa produktivitas sebagai suatu ukuran atas penggunan sumber daya dalm suatu organisasi yang biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan.”Dengan kata lain produktivitas dapat dikatakan bahwa pengertian produktivitas memiliki dua dimensi, yakni efektivitas dan efisiensi.

Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Sedangkan dimensi kedua berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Penjelasan tersebut mengutarakan produktivitas total atau secara keseluruhan, artinya keluaran yang dihasilkan diperoleh dari keseluruhan masukan yang ada dalam organisasi. Masukan (Input) tersebut lazim dinamakan faktor produksi, masukan atau faktor produksi dapat berupa tenaga kerja, capital, bahan, teknologi dan energi. Salah satu masukan seperti tenaga kerja, dapat menghasilkan keluaran yang dikenal dengan produktivitas individu, yang dapat juga disebut sebagai produktivitas parsial.
Keluaran yang dihasikan dicapai dari masukan yang melakukan proses kegiatan yang bentuknya dapat berupa produk nyata atau jasa yang hasilnya berupa pendapatan yang diterima setelah melakukan kegiatan produksi yaitu berupa laba. 
Menurut Albert Wijaya (1993), bahwa:
Laba perusahaan masih merupakan tujuan yang kritis bagi perusahaan dan     sebagai ukuran keberhasilan perusahaan, tetapi bukan tujuan akhir dari perusahaan. Dikatakan sangat penting, apabila perusahaan tidak memperoleh laba, maka ia tidak dapat memberikan manfaat bagi stakeholder. Ini berarti tidak bias memberikan deviden kepada pemegang saham, tidak bias memperluas usaha, dan tidak bias membayar pajak. (Suryana, 2003 127-128)

Sedangkan Menurut Miller dan Meiner (1993:250) “ Laba adalah kelebihan pendapatan atas berbagai macam biaya.” Dan definisi laba menurut Case dan Fair (2002:185) adalah : Laba = Penerimaan Total – Biaya Total.
Vincen Gasverz (1998:100) mengungkapkan bahwa “Proses peningkatan produktivitas memerlukan komitmen untuk perbaikan terus menerus yang melibatkan secara seimbang antara aspek manusia (motivasi) dan aspek teknologi (teknik)”. Selanjutnya Vincent Gasperz (1998:101) mengemukakan bahwa pada dasarnya proses kerja terus menerus merupakan tindakan-tindakan yang diambil dalam sistem bisnis global guna meningkatkan produktivitas total melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas dari proses dan aktivitas melalui struktur organisasi manajemen yang ada.
Dalam pencapaian produktivitas pada suatu organisasi atau perusahaan harus dapat mempertimbangkan dan memperhatikan variabel utama yang harus diperbaiki yaitu dalam penggunaan modal, khususnya modal kerja dengan efektif, efisien dan tepat guna, penggunaan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang kerja dan kemampuan seorang manajer dalam menjalankan fungsi manajemen perusahaan.
Agus Sartono (2001:385) menyatakan bahwa “Tindakan yang diambil dalam pencapaian produktivitas adalah dalam pemanfaatan modal kerja secara efektif dan efisien, seluruh penggunaan modal kerja dipergunakan secara optimal sehingga tidak terjadi kemubadziran. Manajemen modal kerja yang efektif menjadi sangat penting untuk pertumbuhan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Apabila perusahaan kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya, maka besar kemungkinan akan kehilangan pendapatan dan keuntungan serta mempengaruhi produktivitas”
            Bambang Riyanto (1991:64) “Efektivitas modal kerja yaitu tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam menggunakan modal kerja yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak menimbulkan kelebihan atau kekurangan dan dapat memberikan rasio yang memuaskan”.
            Perbaikan terus menerus yang melibatkan aspek kemampuan Sumber Daya Manusia atau kualitas tenaga kerja dapat ditempuh melalui perbaikan kualitas hasil pekerjaan yang dilaksanakan mengacu pada penggunaan waktu yang tepat dengan kuantitas pencapaian target pekerjaan.
D.H. Bush (1991) dalam Iman Soeharto ( 1998 :43) mengatakan bahwa “ Kualitas tenaga kerja dapat dilihat dari  waktu yang digunakan dalam pelaksanaan proyek secara tepat dengan tujuan awal dan rencana awal dalam pelaksanaan proyek. Karena waktu atau jadwal merupakan salah satu sasaran utama proyek, keterlambatan akan mengakibatkan berbagai bentuk kerugian, misalnya penambahan biaya, denda dari nilai kontrak, kredibilitas perusahaan mejadi jelek, kehilangan kesempatan produk memasuki pasaran, dan lain-lain. Pengelolaan waktu mempunyai tujuan utama agar proyek diselesaikan sesuai atau lebih cepat dari rencana dengan memperhatikan batasan biaya, mutu dan lingkup proyek”
Gilmore (1974:6) dalam Sedarmayanti (2001:64) menyatakan bahwa orang yang produktif adalah :
Who is making a tangible and significant contribution in his choosen field, who is imaginative, perceptive, and innovative in his approach to life problems and to accomplishment of his own goals (creativity), and who is at the same time both responsible and responsive ini his relationship with other”.
Dalam uraian tersebut, Gilmore menekankan kontribusi yang fositif dari diri seseorang terhadap lingkungannya dimana dia berada. Dengan adanya tindakan yang konstruktif, imaginative, kreatif dari individu dalam suatu organisasi, maka diharapkan produktivitas organisasi akan meningkat.

Menurut Liang Gie (1982) dalam Maman Ukas (1999:245), bahwa kemampuan manajerial ( Managerial Competence) adalah: “Daya kesanggupan dalam menggerakkan orang-orang dan menggerakkan   fasilitas-fasilitas dalam suatu organisasi. Nilai dalam manajemen sangat menentukan oleh karena nilai demikian berkenaan dengan aktivitas pokok yaitu memimpin suatu organisasi yang bersangkutan. Nilai ini dikenakan terutama kepada manajer organisasi itu. Kadangkala daya kemampuan ini disebut juga atau dikatagorikan dalam kemahiran manajemen”
Peter F Drucker yang dikutip dalam jurnal Muhamad Nursadik (2004:3) mengungkapkan bahwa “tugas utama dari seorang manajer profesional adalah bagaimana meningkatkan customer (meningkatkan pelanggan). Dalam konsep ini dikatakan bahwa seorang manajer profesional yang pertama-tama harus diketahuinya adalah tujuan perusahaannya. Berangkat dari tujuan perusahaan tersebut semua stafnya harus mengetahui dengan jelas dan memberikan kontribusinya sesuai dengan bidang kerjanya untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan”
Tanggung jawab dari seorang manajer yang profesional adalah memberikan sugesti dan selalu mendengarkan dari staf kemungkinan penyelesaian masalah dalam suatu persoalan yang spesifik. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memberikan kesempatan kepada staf untuk melakukan sesuatu yang dianggap penting dibanding kalau staf itu tinggal mau menerima perintah baru mengerjakan sesuatu.
            Maman Ukas (1999:26) mengemukakan, sesuai dengan kode etik dari manajer yang salah satunya mencari dan merekomendasi untuk menaikan produktivitas dan efisiensi harus didukung oleh kemampuan manajerial dari seorang manajer. Selanjutnya, Maman Ukas (1999:97) menyatakan manajer yang memilki kemampuan manajerial (manajer kompeten) adalah seorang yang memiliki kompetensi manajerial, yaitu memiliki pengetahuan, dan sikap perilaku yang turut berkontribusi terhadap penampilan manajerial yang efektif. Karena seseorang akan mampu mengelola organisasi apabila ia memiliki kecakapan manajerial (managerial competensy) yaitu suatu keterampilan atau karakteristik personal yang membantu tercapainya kinerja yang tinggi dalam tugas manajemen.         




Dari beberapa pengertian dan teori serta studi empiris dari jurnal ekonomi yang telah dipaparkan diatas, maka dapat digambarkan dalam bagan alur kerangka pemikiran dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas perusahaan yaitu sebagai berikut
Bagan Alur Kerangka Pemikiran






EFEKTIVITAS MODAL KERJA

 





KUALITAS TENAGA KERJA
 



KEMAMPUAN
MANAGERIAL
 

 








1.5. Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka dapat dirumuskan hipotesis mayor dan hipotesis minor sebagai berikut:
1.5.1 Hipotesis Mayor
“Efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial  berpengaruh positif terhadap produktivitas Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT Matrix Primatama Bandung”.



1.5.2 Hipotesis Minor
Dalam penelitian ini dapat dibuat hipotesis minor sebagai berikut:
  1. Efektivitas modal kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT Matrix Primatama.
  2. Kualitas tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas Perusahaan Jasa Pelaksana Ponstruksi PT Matrix Primatama.
  3. Kemampuan managerial berpengaruh positif terhadap produktivitas Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT Matrix Primatama

1.6   Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut:
BAB I        PENDAHULUAN
                   Dalam Bab ini dikemukakan tentang Latar Belakang masalah, Identifikasi dan Rumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Kerangka Pemikiran, Hipotesis dan Sistematika Penulisan.
BAB II      TINJAUAN PUSTAKA
                   Bab ini mengungkapkan tentang teori efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja, kemampuan manajerial dan teori produktivitas serta pengukuran produktivitas
BAB III     METODOLOGI PENELITIAN
                   Bab ini menjelaskan tentang Objek Penelitian, Metode Penelitian, Populasi dan Sample, Definisi Operasionalisasi Variabel, Teknik Pengumpulan Data, Pengujian Instrumen Penelitian, Teknik Pengolahan Data, Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis, uji asumsi Klasik.
BAB IV     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
                   Bab ini menguraikan tentang gambaran umum penelitian yang meliputi kondisi umum perusahaan, gambaran produktivitas perusahaan di lihat dari variabel yang di teliti (efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial), analisis data dan pengujian hipotesis, pembahasan serta implikasi pendidikan.
BAB V      KESIMPULAN DAN SARAN
LIHAT JUGA BAB SELANJUTNYA :
BAB II ( Lihat )
BAB III ( Lihat )
BAB IV ( Lihat )
BAB V( Lihat )  

 
»»  Baca Skripsi Selengkapnya

Skripsi Ekonomi Manajemen 11 : PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA APARTEMEN SEJAHTERA DIYOGYAKARTA



BAB  I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan Industri penginapan saat ini tumbuh sangat pesat, sehingga menimbulkan persaingan yang sangat ketat diantara industri penginapan. Salah satunya mereka berlomba, menawarkan berbagai fasilitas, kualitas pelayanan dan peyajian sebaik mungkin untuk memberikan nilai tambah pada pelayanan yang ditawarkannya. Upaya tersebut dilakukan agar bertahan ditengah persaingan yang sangat ketat dan tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah pariwisata yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik itu wisatawan luar negeri maupun wisatawan dalam negeri. Disamping itu banyak juga yang mengunjugi kota Yogyakarta dengan berbagai alasan, misalnya untuk kepentingan bisnis, pendidikan dan lain-lain.
Banyaknya para pendatang mengakibatkan kebutuhan akan pelayanan jasa penginapan semakin meningkat, sehingga semakin banyak bermunculan jasa penginapan yang ada di Yogyakarta. Ada beberapa jenis penginapan yang ada di kota yogyakarta, antara lain apartemen, hotel, pondokan dan wisma.
Apartemen merupakan salah satu industri atau perusahan yang bergerak dibidang jasa penginapan, yang berarti sebagai organisasi dalam suatu sistem, yaitu rangkaian dan hubungan antar bagian komponen yang bekerja sama sebagai keseluruhan. Dimana setiap komponen merupakan sub sistem yang memiliki kekayaan sistem bagi dirinya (Katz and Kahn, 1966 dikutip oleh Wexley, 1992 : 13). Notoatmojo (1998 : 10) mengemukakan manusia sebagai salah satu komponen perusahaan merupakan sumberdaya penentu tercapainya visi dan misi perusahaan. Kerena itu, sumber daya manusia/karyawan harus dikelola sedemikian rupa sehingga berdaya guna dan berhasil dalam mencapai misi dan tujuan perusahaan.Untuk mengelola karyawan atau sumber daya manusia tersebut dalam mencapai visi dan tujuan perusahaan,maka dibutuhkan seorang pemimpin dalam mengatur perusahan itu.
Salah satu perilaku seorang pemimpin adalah bersifat motivasional artinya memberikan motivasi pada bawahan sehingga  bawahan menjadi puas yang berdampak pada prestasi yang efektif, dan memberikan latihan (coaching), bimbingan, dukungan, dan ganjaran yang perlu untuk prestasi yang efektif.
Dalam model yang dikembangkan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard (1995 : 113) di Center for Leadership Studies, perilaku pemimpin digunakan sebagai istilah-istilah perilaku tugas dan perilaku hubungan. Perilaku kepemimpinan seseorang adalah pola perilaku yang diperlihatkan orang itu pada saat mempengaruhi aktivitas orang lain seperti yang dipersepsikan orang lain
Kompensasi sangat penting bagi karyawan apartemen itu sendiri sebagai individu, karena besarnya kompensasi merupakan pencerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Sebaliknya besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi prestasi kerja. Apabila kompensasi diberikan secara tepat dan benar para karyawan akan lebih berprestasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Prestasi kerja karyawan merupakan salah satu faktor penentu prestasi perusahaan. Prawirosentono, (1999 : 3) menyatakan terdapat hubungan yang erat antara prestasi perseorangan dengan prestasi perusahaan, dengan kata lain bila prestasi karyawan baik maka kemungkinan besar prestasi perusahaan juga baik. Prestasi seorang karyawan akan baik bila dia mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja karena digaji atau diberi upah sesuai dengan perjanjian, mempunyai harapan masa depan lebih baik. Dari pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jika ingin prestasi perusahaan baik, maka pemimpin perusahaan harus mampu menciptakan kondisi kinerja setiap karyawannya baik dengan cara menciptakan kondisi yang kondusif yaitu memotivasi karyawan berprestasi.
Apartemen Sejahtera merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penginapan yang terletak dikawasan Universitas Sanata Drama. Jumlah karyawan Apartemen Sejahtera pada tahun 2006 sebanyak 95 orang. Apartemen Sejahtera Yogyakarta terletak di Jalan Pringgodani No 16, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta sehingga memudahkan transportasi keluar masuknya pengguna penginapan ke Apartemen Sejahtera.
Program kompensasi yang diberikan oleh pihak Apartemen Sejahtera antara lain :
1.      Komponen gaji merupakan suatu bagian balas jasa yang diterima karyawan. Komponon gaji terbagi menjadi dua yaitu gaji bulanan dan gaji lembur
2.      Insentif merupakan penghargaan yang diberikan kepada karyawan yang memliki prestasi kerja yang baik dengan  tujuan untuk memotivasi karyawan. Intensif ini bisa berupa bonus dan penghargaan ini bisa kepada karyawan teladan
3.      Komponen tunjangan merupakan pembayaran dan jasa-jasa yang melengkapi gaji pokok. Tunjangan ini bisa berupa tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, kecelakaan kerja, tunjangan perkawinan, tunjangan kematian dan tunjangan hari tua
4.      Fasilitas merupakan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pekerjaan berupa tempat kerja, pakaian kerja, cuti kerja, transportasi dan olah raga
Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa perilaku pemimpin dan kompensasi yang diberikan perusahaan mempunyai pengaruh terhadap prestasi kerja karyawan dan hal ini harus dikondisikan oleh pemimpin dalam rangka meningkatkan prestasi karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan secara maksimal. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengadakan penilitian tentang “Pengaruh Perilaku Pemimpin Dan Kompensasi   Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada Apartemen Sejahtera Yogyakarta”.


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka dapat ditarik suatu permasalahan yaitu :
  1. Apakah variabel perilaku pemimpin dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Apartemen Sejahtera di Yogyakarta ?
  2. Apakah variabel perilaku pemimpin atau kompensasi yang dominan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Apartemen Sejahtera di Yogyakarta ?
C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang terdapat pada rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
a.       Untuk mengetahui apakah variabel perilaku pemimpin dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Apartemen Sejahtera di Yogyakarta.
b.      Untuk mengetahui variabel perilaku pemimpin atau kompensasi yang dominan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Apartemen Sejahtera di Yogyakarta.
2.      Manfaat Penelitian
a.       Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi dan bahan pertimbangan bagi perusahaan, tentang bagaimana pengaruh perilaku pemimpin dan kompensasi yang diterima karyawan terhadap prestasi kerja karyawan
b.      Bagi penulis
Menambah wawasan dan memperluas pengetahuan dalam masalah perilaku pemimpin dan kompensasi yang diterima karyawan terhadap prestasi kerja yang ada pada perusahaan sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan referensi ilmu pengetahuan yang khususnya pada sumber daya manusia.
c.   Bagi fakultas.
Menambah referensi bacaan mengenai sumber daya manusia yang dapat berguna bagi ilmu pengetahuan tentang perilaku pemimpin dan kompensasi terhadap prestasi kerja.
 
LIHAT JUGA BAB SELANJUTNYA :
BAB II ( Lihat )
BAB III ( Lihat )
BAB IV ( Lihat )
BAB V( Lihat )  

 
»»  Baca Skripsi Selengkapnya

Skripsi Ekonomi Manajemen 10 : PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

A.  ALASAN PEMILIHAN JUDUL
            Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian, atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya.
            Dengan mulai membaiknya iklim dan minat masyarakat dalam bidang asuransi mengakibatkan tingkat persaingan di dunia asuransi menjadi semakin ketat. Strategi pemasaran merupakan salah satu senjata bagi perusahaan untuk menghadapi persaingan pasar. Pada dasarnya strategi pemasaran adalah mencari kecocokan antara kemampuan internal perusahaan dengan peluang eksternal yang ada di pasar. Mencari kecocokan ini merupakan tanggung jawab dari bagian pemasaran untuk menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan produk yang dihasilkan dan sesuai dengan dengan segmen pasar yang ingin dituju oleh produk yang diluncurkan.
            Mengenali karakteristik pasar dan struktur pasar sangatlah menguntungkan bagi perusahaan untuk dapat tetap bersaing dan survive (kelangsungan hidup perusahaan). Kelemahan dan keunggulan perusahaan hendaknya dianalisis sehingga menjadi sebuah titik tolak yang kuat buat perusahaan dalam mengambil keputusan yang efektif dan efisien serta untuk memperkuat posisinya dari para pesaing yang ada.
            Tujuan utama dari sebuah perusahaan ialah pencapaian profit (laba) dan hal ini dapat juga sebagai tolak ukur dalam sukses atau tidaknya sebuah perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Selain itu efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan operasional perusahaan juga memegang peranan penting. Efesiensi yang dimaksud adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan perhitungan dan pertimbangan yang tepat sehingga tidak ada pemborosan biaya baik itu dalam operaional maupun dalam biaya promosi maupun iklan dan efektifitas yang dimaksud ialah pemilihan stategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan pasar yang dilayani oleh perusahaan sehingga sasaran yang ditetapkan dapat tercapai.
            PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa bagi masyarakat juga harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan perusahaan asuransi lainnya. Agar PT. SLFI dapat bertahan dan berkembang dengan baik maka PT.SLFI harus dapat menciptakan kemampuan bersaing baik dalam hal jenis produk, harga maupun segmen yang dituju sehingga dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dan memenangkan persaingan.
            Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimanakah strategi pemasaran yang dijalankan oleh PT. SUN LIFE FINANSIAL INDONESIA dalam menghadapi persaingan di dunia asuransi. Oleh karena itu penulis memilih judul skripsi,”PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA”.

B.  PERUMUSAN MASALAH

            Adapun permasalahan yang akan di bahas penulis dalam skripsi ini adalah:
a.    Apakah strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT.SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA sudah efektif sehingga mampu bersaing di pasar.
b.    Apakah target penjualan pada PT.SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA dapat terealisasi? (data selama dua tahun yaitu 2002-2003).

C.  HIPOTESIS
            Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah yang harus diuji kebenarannya.
Hipotesis yang dikemukan oleh penulis ialah strategi pemasaran yang dimiliki oleh PT.SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA masih belum efektif dan masih lemah. Hal ini akan dibuktikan melalui uraian deskriptif dari: pasar, bauran pemasaran dan persaingan yang ada.


D.  TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
            Tujuan penelitian pada PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA ialah
  1. Mencari perbandingan antara teori dan praktek khususnya tentang peranan strategi pemasaran dalam usaha meningkatkan penjualan produk jasa asuransi di PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA.
  2. Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada pada perusahaan khususnya pada strategi pemasaran yang diterapkan pada PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA.
Sedangkan manfaat penelitian ini ialah:
1.    Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya yang berhubungan dengan strategi pemasaran.
2.    sebagai bahan untuk menambah pengetahuan di bidang asuransi khususnya tentang peranan strategi pemasaran.

E.  METODOLOGI PENELITIAN
1.     Data yang Diperlukan
Dalam penulisan skripsi ini penulis mengadakan penelitian guna mendapatkan data dan informasi yang akan digunakan sebagai bahan analisis, dalam hal ini yang diperlukan adalah sebagai berikut:
a.    Data Primer
Yakni merupakan data yang diperoleh dengan cara mendatangi langsung obyek penelitian, dimana data yang diperoleh hasilnya actual dan dapat dipertanggungjawabkan.
b.   Data sekunder
Yakni merupakan data yang diperoleh dari bahan-bahan bacaan, yaitu leteratur, catatan kuliah dan lain-lain yang berhubungan dengan hal tersebut serta sejarah ringkas perusahaan, Struktur organisasi dan Uraian tugas.

2.  Metode Penelitian
            untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyelesaian skripsi ini, penulis melakukan dua (2) bentuk penelitian yaitu:
a.  Penelitian Kepustakaan (Library Research)
            Untuk menguatkan ide/gagasan dalam menganalisis dan mengevaluasi hasil penelitian lapangan, maka diperlukan landasan seperti teori-teori atau pendapat para ahli yang bersumber dari buku-buku bacaan, bahan kuliah, majalah-majalah ilmiah dan sumber-sumber lainnya yang dianggap penting dan ada hubungannya dengan tulisan ini.
b.   Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu suatu metode pengumpulan data dengan peninjauan langsung kepada objek penelitian dilapangan dalam hal ini PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian secara nyata, tepat dan akurat.

3.  Tehnik Pengumpulan Data
Dalam hal ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan beberapa cara yaitu:
a.    Observasi
Yaitu mendapatkan data dari objek penelitian dengan cara mendatangi langsung ke objek penelitian dalam hal ini PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA guna melihat secara dekat bagaimana peranan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk jasa asuransi.
b.   Wawancara (Interview)
Selama observasi dilakukan, penulis juga melakukan wawancara dan komunikasi dengan staff, karyawan maupun jajaran pimpinan perusahaan itu sendiri untuk mendapatkan input-input ataupun masukan-masukan yang berhubungan dan berguna dalam bidang yang akan diteliti sebagai bahan penulisan skripsi ini.

4.  Metode Analisis
Dalam menganalisis data-data yang telah ada. Penulis menggunakan dua metode analisis yaitu:
1. Metode Analisis Deskriptif
Dengan merumuskan dan menafsirkan data yang diperoleh, menyusun dan mengklasifikasikan serta menganalisis, dan menginterprestasikannya sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan perusahaan.
2. Metode Analisis Deduktif
Yaitu suatu metode ilmiah dimana fakta-fakta yang diperoleh dianalisis dengan menguraikan teori-teori yang berlaku. Selanjutnya dicoba untuk menarik kesimpulan untuk membuktikan hipotesa yang dapat digunakan untuk membuat saran-saran yang berguna bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA.

4. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Secara garis besar skripsi ini akan dibagi dalam lima (5) bab dan setiap bab dibagi atas beberapa sub bab dengan kebutuhan pembahasan dan uraiannya sebagai berikut.
BAB I           :    PENDAHULUAN
                          Dalam bab pendahuluan ini penulis mengemukakan secara ringkas latar belakang pemilihan judul, permasalahan, hipotesis, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistematika pembahasan.
BAB II          :    URAIAN TEORITIS
                          Di dalam bab ini penulis mencoba membuat uraian teoritis yang menunjang mengenai pengertian pasar dan pemasaran, strategi pemasaran, startegi bersaing, bauran pemasaran, dan pengertian asuransi serta manfaat asuransi.
BAB III         :    GAMBARAN UMUM TENTANG PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA.
                          Pada bab ini penulis mencoba menjelaskan tentang : sejarah ringkas perusahaan, struktur organisasi dan uraian tugas, perkembangan penjualan, jenis-jenis produk yang dipasarkan, situasi persaingan dan strategi pemasaran.
BAB IV        :    ANALISIS DAN EVALUASI
                          Pada bab ini penulis mencoba memberikan analisis dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan membandingkannya antara teori dan hasil penelitian dari perusahaan.
BAB V         :    KESIMPULAN DAN SARAN
                          Pada bab ini penulis mencoba menarik kesimpulan atas hasil penelitian dengan memberikan sumbangsih berupa saran-saran yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan maupun civitas akademika Universitas Sumatera Utara.

LIHAT JUGA BAB SELANJUTNYA :
BAB II ( Lihat )
BAB III ( Lihat )
BAB IV ( Lihat )
BAB V( Lihat )  

 
»»  Baca Skripsi Selengkapnya
INGIN MELIHAT SKRIPSI LAINNYA ! SILAHKAN LIHAT DI SINI . . .

MEDIA DOWNLOAD SKRIPSI GRATIS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...